Home / Berita / Ansor, Banser dan Pagar Nusa Gelar Apel Kebangsaan di Situbondo

Ansor, Banser dan Pagar Nusa Gelar Apel Kebangsaan di Situbondo

SitubondoAnsor Online

Untuk menguatkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan NKRI, ratusan kader Ansor, Banser, dan Pagar Nusa wilayah Jawa Timur dan Bali berkumpul di Situbondo. Mereka menggelar apel kebangsaan di halaman Ponpes Walisongo Situbondo, di Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji.

Selain itu, para kader Ansor, Banser, dan Pagar Nusa juga melakukan silaturahmi dengan pengasuh Ponpes Walisongo, KHR Ach Kholil As’ad.

Dalam apel kebangsaan bertema ‘Mempertegas Nilai Kebangsaan Dalam Rangka Investasi dan Dedikasi Untuk NKRI’ tersebut, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H Rudi Tri Wahid didapuk menjadi inpektur upacara.

Dia mengatakan, apel ini digelar untuk menjaga nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang berdampak pada kerukunan dalam bermasyarakat.

“Kita sudah berkomitmen dan berjanji kepada organisasi, agama dan para masayikh, serta bangsa dan negara, untuk memperkuat barisan ulama dalam mengawal dan menjaga keutuhan NKRI,” kata Rudi Tri Wahid dalam sambutannya, Selasa (28/2/2017).

Keterangan detikcom menyebutkan, sebelum menuju Ponpes Walisongo di Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji, ratusan kader Ansor, Banser, dan Pagar Nusa berkumpul di Pendopo Kabupaten Situbondo. Berikutnya, mereka melakukan kirab bersama dengan berjalan kaki menuju Ponpes asuhan KHR Ach Kholil As’ad. Mereka menyusuri rute Jalan Kartini-Jalan Ahmad Yani-Jalan Basuki Rahmat hingga finish di Ponpes Walisongo. Kirab bersama ini dilepas langsung oleh Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto.

“Tujuan apel Kebangsaan ini di antaranya mempertegas nilai-nilai kebangsaan serta menguatkan silaturahmi antar Pemuda Ansor serta Pagar Nusa di jajaran Jawa Timur dan Bali,” tandas Ketua GP Ansor Situbondo, Yogie Kripsian Syah.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, dalam sambutannya mengatakan, bahwasanya saat ini negara sedang diprovokasi untuk dipecah belah. Oleh karena itu, apel kebangsaan dan silaturrahim bersama ulama ini perlu dilakukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Kita jangan sampai terlena dan percaya dengan politik adu domba untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, dan ulama menjadi rujukan untuk menjaga keutuhan NKRI. NKRI ini harga mati,” papar Bupati Dadang Wigiarto.

About dosi

Check Also

Sekelumit Cerita Kiai Hasyim tentang Ansor dan Banser

Oleh: M. Mahfud MD   Rabu, 15 Maret 2017, pukul 08.30, dua hari yang lalu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *