Home / Ansoriana / Banser dan Spirit #HarlahNU

Banser dan Spirit #HarlahNU

Oleh : Abd Rohim

15541185_1217869614928000_5681273568964915582_n

Lahirnya Nahdlatul Ulama diawali dengan berdirinya beberapa organisasi lokal yang selanjutnya menyatu dan melebur menjadi Nahdlatul Ulama. Di antara organisasi yang akhirnya melebur menjadi Nahdlatul Ulama adalah 1. Nahdlatut Tujjar (1916) 2. Nahdlatul Wathan (1916) dan 3. Taswirul Afkar (1918).

Ketiga organisasi tersebut mencerminkan cita-cita besar Nahdlatul Ulama, Bekerja, yang dilambangkan dengan organisasi Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Pedagang), Berjuang yang dilambangkan dengan organisasi Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) dan Berilmu yang dilambangkan dengan organisasi Taswirul Afkar (Bertukar Fikiran).

Pada awal-awal berdirinya Banser (Barisan Ansor Serba Guna), ketiga organisasi lokal tersebut dijadikan lambang dari organisasi ini, yaitu Bekerja, berjuang dan berfikir. 

Adapun bentuk lambang atau logo Banser awal adalah Cangkul, Senapan dan Bulpoin.

Cangkul melambangkan bahwa Banser adalah pekerja. Bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara. Dan ini merupakan pengejawantahan dari organisasi Nahdlatut Tujjar yang didirikan oleh Mbah Wahab di Surabaya.

Senapan melambangkan bahwa Banser adalah pejuang. Berjuang untuk mempertahankan tanah air dari segala rongrongan, baik oleh bangsa asing maupun bangsa sendiri, terutama rongrongan yang berusaha merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat perjuangan ini meneruskan cita-cita mbah Wahab saat mendirikan Nahdlatul Wathan. 

Bulpoin melambangkan bahwa Banser adalah pembelajar. Semangat belajar tidak boleh luntur sampai kapanpun sesuai hadits Nabi Muhammad SAW. Yaitu mulai dalam kandungan sampai liang lahat. Semangat pembelajar ini merupakan kelanjutan dari pesan mbah Wahab saat mendirikan Taswirul Afkar di tahun 1918 di Surabaya.

Saat ini, Semangat perjuangan Banser masih sangat tinggi, walaupun lambang dan logonya sudah berubah dari awal-awal berdirinya.

Lambang Banser saat ini, apabila dibaca sepintas seperti tulisan Arab Ya Ilahi. Tetapi bagi mereka yang tidak suka dengan Banser Tulisan arab Ya Ilahi dibaca dari kiri menjadi JIL.

Ah,…..terserah wes. Yang penting Banser tetap di hati. Lahir batin saklawase.

SELAMAT HARLAH NU KE 91 #HarlahNU

  • Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim

About dosi

Check Also

sip jadul 1

Sepenggal Percakapan Tokoh NU dan Ansor

Di tengah berlangsungnya Kongres ke 5 ANO dan Muktamar ke 15 NU yang dilaksanakan bersama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *