Home / Opini / Mengapa saya Banser?

Mengapa saya Banser?

“Kelembagaan ulama itu warisan dari para Nabi”… begitu mafhum dari dawuh “innal ulama’ warasatul anbiya'” yang saya pahami. Pewaris para Nabi adalah sebuah kelembagaan ulama, bukan satu atau dua orang ‘alim (tunggal dari ulama).

Karena itu, begitu ada satu atau dua orang alim melakukan show atas agama, maka yang muncul adalah kontroversi-kontroversi. Benar yang dikatakan itu adalah firman Tuhan dan sabda Nabi persis titik komanya, tapi ketunggalan mereka kurang memenuhi persyaratan sebagai pewaris tunggal pewedar sabda kebenaran yamg dinisbatkan kepada para Nabi. Itulah kenapa dalam rentang sejarah panjang kita mengenal ijma’ ulama. Ijma ulama adalah implikasi syah kelembagaan ulama. Inilah mengapa Nahdlatul Ulama hadir. Nahdlatul Ulama adalah ijma’ ulama. Sebagai demikian, Nahdlatul ulama adalah kelembagaan syah para nabi dan kepercayaannya para Rasul. Inilah logika mengapa kita harus menjadi orang NU. Bahkan menjadi  mendesak, ketika kita ternyata adalah orang awam, bukan ulama. Karena itu jika harus galua, galaulah jika kalian belum jadi orang NU! Galaulah anda jika anda belum termasuk dalam barisan kelembagaan pewaris syah para Nabi dan Rasul. Iya…walaupun hanya sekedar menjadi Banser!

About mase

2 comments

  1. NKRI tetap utuh, senyampang masih banyak banser yang bersebaran. NU akan tetap kuat, selama Banser masih tetap menjaganya. Selama itu pula, Ansor akan tetap sebagai regenerasi akan keberlangsungan NUsantara

  2. Banser harus peka terhadap rongrongan dalam bentuk apapun.. termasuk rongrongan para KORUPTOR. ayo sahabat sahabatku mana aksimu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *