Home / Kajian / Spirit Hijrah : Gerakan Memakmurkan Masjid (1)

Spirit Hijrah : Gerakan Memakmurkan Masjid (1)

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. [At-Taubah 9 : 18]

 

Masjid merupakan salah satu sarana yang penting untuk pembinaan umat Islam yang sekaligus juga untuk mengagungkan nama Allah SWT.

Ketika kiamat terjadi, tiada payung selain perlindungan Allah. Salah seorang yang mendapat perlindungan itu adalah orang yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Ia selalu memikirkan dan bergerak untuk memakmurkan masjid.

Masalah pembangunan masjid telah mendapat perhatian yang sangat besar oleh Rasulullah SAW sendiri, sehingga saat beliau singgah di kota Quba sewaktu dalam perjalanan hijrah dari kota Mekah ke Madinah, dengan dibantu oleh sahabat-sahabatnya, beliau mendirikan sebuah masjid yang dinamai Masjid Quba.

Juga ketika Rasulullah SAWsampai di kota Madinah, beliau mendirikan Masjid Nabawi. Sebagai orang islam, seharusnya kita memiliki perhatian dan cinta yang besar kepada masjid sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW diatas.

Kecintaan yang besar kepada masjid ini akan membuat kita memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap usaha untuk memakmurkan masjid. Rasa cinta kepada masjid ini bisa kita wujutkan sebagaimana kalau kita cinta kepada kekasih ataupun sesuatu (rumah sendiri misalnya).

Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar menekankan bahwa masjid tidak sekedar tempat untuk melaksanakan shalat saja, lebih dari itu masjid juga mestinya digunakan sebagai pusat pergerakan dakwah Islam.

“Kejayaan Islam itu dimulai dari masjid!” tegas Kiai Miftah

Ia mengungkapkan, sejarah mencatat bagaimana perang Khandaq terjadi, dimana Rasulullah merawat para sahabat yang terluka di dalam masjid.

“Sayangnya sekarang tidak sedikit masjid yang pada dikunci, jangankan untuk dijadikan sebagai pusat pergerakan, untuk shalat atau i’tikaf saja orang akan kesulitan melaksanakannya di masjid itu,” tandasnya.

Kiai Miftah mendorong kepada peserta kegiatan agar bergerak dan menggerakan masjid sebagai markas atau pusat kegiatan untuk melayani umat di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sebagainya.

“Bergerak itu melahirkan barokah apalagi menggerakan, karena di dalam masjid ada shalat, shalat melahirkan jujur, amanah dan disiplin karena memanfaatkan waktu dengan baik,” ungkapnya.

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi menambahkan, untuk menyongsong seabad NU, harus bertolak dari masjid, “Dari rumahnya, kita makmurkan masjidnya,” Kemudian, sesuai dengan lambang NU yang bola dunia, kita harus memakmurkan bumi-Nya, yaitu bumi Indonesia, “Dari masjid-Nya, kita makmurkan bumi-Nya.”

Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul ANSOR Jatim, Gus Wahab Yahya juga mendorong kader-kadernya untuk memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

REMAJA (REmaja MAsjid aswaJA) merupakan kader GP Ansor berbasis Masjid dan Musholla, ini sebagai wujud nyata Pemuda Ansor dalam gerakan imaratul masajid” tegas Gus Wahab.

About dosi

Check Also

Kala Kiai Banser Menjadi Komandan Upacara Resolusi Jihad

Menyambut Hari Santri Nasional, resolusi Jihad NU dan meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *